- Diposting oleh : SDN 2 DUKUHMAJA
- pada tanggal : Februari 21, 2026
“AKSI JARIMU DI MEDSOS ADALAH HISABMU DI AKHIRAT”
Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
الْحَمْدُ لِلّٰهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى أَشْرَفِ الْأَنْبِيَاءِ وَالْمُرْسَلِيْنَ، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ، أَمَّا بَعْدُ
Alhamdulillahi rabbil ‘alamin, segala puji bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala yang telah memberi kita nikmat iman, nikmat Islam, dan nikmat sehat sehingga kita bisa berkumpul di tempat yang penuh berkah ini.
Shalawat serta salam semoga tercurah kepada junjungan kita Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi wasallam, kepada keluarganya, sahabatnya, dan semoga sampai kepada kita semua sebagai umatnya. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Dewan juri yang saya hormati,
Bapak/Ibu guru yang saya ta’dzimi,
Serta teman-teman yang saya cintai dan saya banggakan.
Teman-teman yang dirahmati Allah…
Siapa di sini yang punya HP di rumah?
Coba angkat tangan! ✋
Siapa yang pernah main YouTube, WhatsApp, TikTok, atau Instagram?
Hehe… hampir semua ya!
Sekarang pertanyaannya…
Kalau kita kirim pesan, komentar, atau posting sesuatu… siapa yang melihat?
Betul! Banyak orang bisa melihat.
Tapi… ada yang lebih penting lagi…
Siapa yang selalu melihat?
Yaa… Allah Subhanahu wa Ta’ala!
Hari ini kita hidup di zaman media sosial. Jari kita bisa menulis apa saja. Bisa komentar, share, like, bahkan upload video.
Aksi jarimu di medsos adalah hisabmu di akhirat!
Artinya apa?
Apa yang kita ketik hari ini… akan dimintai pertanggungjawaban nanti.
Allah berfirman dalam Al-Qur’an surat Al-Hujurat ayat 12:
“Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak dari prasangka… dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah menggunjing satu sama lain…”
Kalau kita komentar jelek di media sosial… itu termasuk apa?
Menghina? Mengejek? Membully?
Itu bisa termasuk ghibah… bahkan fitnah!
Allah juga berfirman dalam surat Qaf ayat 18:
“Tidak ada satu kata pun yang diucapkannya melainkan ada malaikat pengawas yang selalu siap mencatat.”
Subhanallah…
Bukan hanya yang kita ucapkan… yang kita ketik pun dicatat!
Kalau kita menulis:
“Ah kamu jelek!”
“Dasar bodoh!”
Itu dicatat.
Kalau kita menyebarkan berita bohong (hoax)… dicatat.
Kalau kita membagikan video yang tidak baik… juga dicatat.
Dan nanti… semuanya akan dibuka saat hari hisab.
Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam.”
(HR. Bukhari dan Muslim)
Kalau tidak bisa berkata baik… lebih baik apa?
Diam!
Kalau tidak bisa posting yang baik… lebih baik apa?
Tidak usah posting!
Karena satu komentar buruk bisa menyakiti hati orang lain. Bisa jadi karena tulisan kita ada orang yang menangis. Bisa jadi karena komentar kita ada orang yang sedih.
Media sosial itu seperti pisau. Kalau dipakai untuk memasak… bermanfaat. Kalau dipakai untuk melukai… berbahaya. Begitu juga jari kita.
Jari kita bisa menjadi jalan pahala… atau menjadi jalan dosa. Kalau kita share ayat Al-Qur’an… pahala. Kalau kita mengingatkan teman untuk shalat… pahala. Kalau kita menulis kata-kata semangat… pahala.
Allah berfirman dalam surat Az-Zalzalah ayat 7–8:
“Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya. Dan barang siapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat balasannya.”
Seberat zarrah saja dihitung… apalagi satu postingan? Apalagi satu video?
Sebelum mengetik… pikir dulu.
Sebelum posting… cek dulu.
Sebelum share… saring dulu.
Apakah ini baik?
Apakah ini bermanfaat?
Apakah ini membuat Allah ridha?
Kalau jawabannya tidak… jangan dikirim!
Mari jadikan media sosial sebagai ladang pahala, bukan ladang dosa. Jadikan jari kita saksi kebaikan, bukan saksi kejahatan.
Semoga Allah menjaga jari-jari kita, menjaga hati kita, dan menjadikan kita anak-anak shalih dan shalihah yang bijak dalam menggunakan media sosial. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.
Pantun Penutup
Pergi ke taman memetik melati,
Melati harum di pagi hari.
Bijaklah jari sebelum mengetik,
Agar selamat sampai akhir nanti.
Burung merpati terbang ke awan,
Hinggap sebentar di pohon jati.
Medsos bukan tempat pamer keburukan,
Tapi ladang pahala menuju akhirat sejati.
Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
